Pernahkah kita mengalami berdoa secara bersama-sama dan sendirian setelah sholat fardhu lima waktu sobat caracg.blogspot.com? Setelah melakukan sholat fardhu lima waktu, imam bersama makmum dapat melakukan dzikir secara bersama-sama. Makmum yang hendak melaksanakan dzikir dan berdoa secara sendirian juga diperbolehkan. Dzikir bersama-sama atau sendirian mempertimbangkan adat yang berlaku di kalangan para makmum yang mengikuti sholat berjamaah di masjid atau tempat-tempat sholat lainnya.
Baca juga: Tata Cara Mandi Wajib Haid: Doa, Niat dan Manfaatnya
1. Tata Cara Berdzikir Berjama’ah dan Sendirian
1.1 Berjama’ah
Hendaklah berdzikir dalam kondisi suci sebab berdzikir dalam kondisi suci, jiwa lebih khusyuk sebagaimana dianjurkan bahwa seorang mukmin seyogyanya selalu menjaga wudhunya.Bagi imam dianjurkan menghadap kepada para makmum, sambil kaki kirinya ke arah mihrab. Untuk para makmum menghadap kiblat, jika memungkinkan seperti ketika berdo’a atau membaca Al-Qur’an. Dalam majlis yang memang untuk berdzikir.
Bersuara keras namun tidak berlebih-lebihan dengan membimbing dan mengajarkan bacaan-bacaan dzikir kepada Allah kepada para makmum. Suara imam mendahului suara mampu dan suara makmum mengikutinya sehingga terdengar hampir bersamaan.
Menghadirkan hati dan pikiran tentang apa yang dibaca.
Membaca dzikir sesuai dengan urutan yang disepakati oleh Imam dan makmum, dengan harapan mempermudah makmum mengingatnya.
1.2 Sendirian
Sama seperti berdzikir secara berjama'ah. Menghadap kiblat, sebagaimana dilakukan oleh makmum yang berdzikir secara berjama’ah.Bersuara lirih dalam ketawadhuan kepada Allah, dan tidak meninggikan suara.
Sama seperti dalam berdzikir secara berjama’ah. Membaca bacaan-bacaan dzikir berdasarkan himpunan dari para ulama atau pilihannya masing-masing.
Baca juga: Tata Cara Mandi Wajib Doa, Niat dan Waktu Utamanya Saat Puasa Ramadhan
2. Tata Cara Berdoa Berjama’ah dan Sendirian
2.1 Berjama’ah
Memantapkan iman dan tauhid kepada Allah, dan melaksanakan perintah-perintah-Nya, dan meninggalkan larangan-Nya, dan meyakini Allah akan mengabulkan doa yang dibaca.Tidak tergesa gesa mengharap dikabulkan, tetapi terus berdoa sampai Allah mengabulkan doa kita.
Mengangkat kedua tangan hingga terlihat bagian bagian ketiaknya, dan batas ketinggiannya adalah setinggi kedua bahu.
Imam memulai pembacaan doa dengan mengucapkan hamdalah atau pujian kepada Allah.
وَالْحَمْدُ لِلهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ, حَمْدًايُّوَافِيْ نِعَامَهُ وَيُكَافِيْ مَزِيْدَةْ يَارَبَّنَا لَكَ الْحَمْدُ كَمَا يَنْبَغِيْ لِجَلاَلِ وَجْهِكَ وَعَضِيْمِ سُلْطَانِكَ
“Segala puji bagi Allah. Pujian bagi Dzat Yang telah memberikan nikmat-Nya, dan memberikan pahala. Wahai Tuhan kami, milik-Mu lah segala puji setara dengan kemuliaan Dzat-Mu, dan keaguangan kekuasaan-Mu”. Sedangkan makmum mengucapkan “Amin” (أمين) secara bersama-sama yang artinya “Ya Allah, kabulkanlah doa kami”.
Membaca doa shalawat dan salam kepada Rasulullah Saw:
الله شولي على سيدنا محمد
Membaca doa. Membaca doa penutup untuk dirinya dan keluarga terdekatnya serta umat Islam seluruhnya berkaitan dengan urusan dunia dan akhirat. Namun, dalam penutup juga menyertakan doa yang selalu dibaca oleh Nabi Saw. Doa tersebut adalah:
“Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu dari sifat pelit dan sikap pengecut. Aku juga berlindung diri kepada-Mu dari dikembalikan pada kondisi yang sangat lemah. Aku berlindung kepada-Mu dari cobaan dunia dan akhirat”.
2.2 Sendirian
Sama seperti yang dibaca oleh Imam dalam doa berjama’ah.Baca juga: Pengertian Najis Mukhaffafah, Mutawassithah, Mughaladhah, Doa dan Cara Mensucikannya
Perbedaan
Tidak ada perbedaan yang mendasar antara dzikir dan berdoa yang dilakukan secara berjama’ah dan sendirian. Perbedaan hanya terletak pada suara yang muncul dari bacaan-bacaan berdzikir dan berdoa. Suara dalam dzikir dan doa bersama boleh dikeraskan dengan syarat tidak mengganggu kekhusyukan orang lain yang beribadah di masjid. Sedangkan suara dalam dzikir sendirian dipelankan, dan dicukupkan apabila hanya orang yang berdoa dan Allah Swt. saja yang mendengarnya.Perbedaan lainnya! Imam dan makmum dalam dzikir berjama’ah bersama-sama membaca dzikir. Sedangkan dalam berdoa penutup dzikir, hanya Imam yang bersuara, sedangkan makmum secara bersama-sama menjawab dengan “Amin”. Sedangkan jika dilakukan sendirian, maka dzikir dan berdoa tetap dibaca oleh orang yang melakukannya.
Dari penjelasan caracg.blogspot.com! dapat disimpulkan bahwa setelah melakukan sholat fardhu lima waktu, imam bersama makmum dapat melakukan dzikir secara bersama-sama. Makmum yang hendak melaksanakan dzikir dan berdoa secara sendirian juga diperbolehkan. Dzikir bersama-sama atau sendirian mempertimbangkan adat yang berlaku di kalangan para makmum yang mengikuti sholat berjamaah di masjid atau tempat-tempat sholat lainnya ya sahabat caracg!
Baca juga: Tata Cara Penyucian Najis
Temukan beragam panduan, langkah-langkah, pedoman, dan acuan Berdzikir juga Berdoa lainnya pada tulisan caracg. Di caracg.blogspot.com, kamu bisa membaca bermacam-macam cara untuk memandu permasalahanmu. ***

Posting Komentar untuk "Tata Cara Berdzikir dan Berdoa"